Archive for the ‘UK’ Category

Dimuat di Harian Seputar Indoensia -1 December 2011
MARK CANNING
Duta Besar Inggris untuk Indonesia
PDF Print
Saat ini delegasi dari Pemerintah Indonesia akan berpartisipasi dalam salah satu pertemuan tahunan perubahan iklim paling penting sedunia, Konferensi Ke-17 (COP), di Durban Afrika Selatan.

Kata “konferensi” di sini tidak diartikan sebagai “pertemuan”,tetapi lebih pada sebuah “perkumpulan”,dalam hal ini perkumpulan 194 negara dan Indonesia memainkan peran utama. COP adalah badan tertinggi dari United Nations Framework Convention on Climate Change(UNFCCC) dengan pertemuan sekali dalam setahun untuk meninjau kemajuan di lapangan. Pertemuan-pertemuan ini terkesan sangat teknis dan membosankan,tetapi pertemuan ini membahas isu yang sangat fundamental bagi kita semua.UNFCCC membangun sebuah kesepakatan perubahan iklim internasional yang menjaga suhu rata-rata global di bawah 2 derajat Celsius (20C).Jika hal ini tetap terjaga, kita semua akan terselamatkan dari dampak serius peningkatan suhu dunia— bukti-buktinya sudah dapat kita rasakan—yang tentunya akan memengaruhi kehidupan, ekonomi, dan planet bumi. Mengatasi dampak perubahan iklim tentu saja merupakan hal yang sangat penting bagi setiap bangsa, tetapi menjadi begitu penting di negara ini.Indonesia sebagai negara dengan ribuan pulau akan merasakan peningkatan air laut bersamaan dengan peningkatan CO2 global. Selain tekanan migrasi di dalam negeri, perubahan iklim akan memperburuk masalah air, makanan, energi, dan lahan. Untuk kasus Indonesia, peningkatan suhu global di atas 30C akan menyebabkan hilangnya sumber daya pertanian dan kehutanan.Kelanjutan Cancun

Dalam pertemuan di Durban, penting untuk mengangkat kembali momentum yang telah dibangun saat pertemuan tahun lalu di Cancun serta membuat kemajuan dalam implementasi kesepakatan- kesepakatan yang telah dicapai.

Salah satu kesepakatan tersebut adalah membentuk green climate fund (GCF) yang akan menyediakan dana bagi negara-negara berkembang untuk aktivitas mitigasi dan adaptasi pada tahun 2012– 2020. Sebuah keputusan perlu diambil untuk menentukan rancangan GCF agar dana ini dapat segera berfungsi pada tahun 2012. Kesepakatan lainnya yang telah diraih di Cancun adalah berkenaan dengan kehutanan.

Harapannya adalah agar di Durban, kita dapat menyepakati lebih lanjut implementasi dari cara terbaik untuk mengurangi deforestasi melalui REDD+ termasuk sistem pemantauan, pelaporan,dan verifikasi (MRV) dari emisi karbon. Rancangan sistem MRV perlu segera disepakati di Durban dan semua pihak yang menerapkan panduan laporan dua tahunan untuk menunjukkan kemajuan kita kepada PBB.

Arti dari semua ini adalah begitu pentingnya bagi negaranegara untuk merealisasikan apa yang telah mereka sepakati, juga menyadari celah ambisi antara perjanjian saat ini dengan perjanjian sebelumnya yang meminta kita untuk menjaga dalam jangkauan 20C.Di Afrika Selatan, kita perlu mengidentifikasi solusi-solusi yang ada untuk mengisi celah ini.

Dua Isu Utama

Kita juga perlu mewujudkan dua isu politik terpenting. Pertama, perlunya diraih sebuah kesepakatan global baru yang mengikat untuk memangkas emisi gas rumah kaca. Saya berharap kita bisa menyetujui sebuah komitmen periode kedua setelah Protokol Kyoto (KP2).Namun, jika dukungan yang ada tidak mencukupi, impian untuk mencapai kesepakatan KP2 yang mengikat tersebut hanya akan menjadi wacana.

Tentu saja, kita harus merasa yakin bahwa semua negara penghasil emisi terbesar akan menjadikan komitmen mereka sebagai komitmen internasional dalam jangka panjang. Isu kedua adalah memastikan negara-negara maju, seperti Inggris, untuk menyampaikan komitmen keuangan jangka panjang mereka. Penting bagi negara berkembang untuk menyadari bahwa negara-negara industri maju ikut serta bernegosiasi dengan penuh keyakinan.

Mengerahkan jumlah keuangan iklim internasional yang memadai merupakan hal yang vital jika kita ingin membatasi suhu rata-rata global di bawah 20C. Kita perlu membahasnya lebih lanjut di Durban agar kemajuan yang nyata dapat diraih. Konferensi Durban tentu saja tidak akan menyelesaikan semua isu ini. Namun konferensi ini akan menjadi langkah penting lainnya untuk menuju tujuan utama kita, yaitu membangun rezim perubahan iklim internasional yang memerlukan pembatasan peningkatan rata-rata suhu global.

Indonesia telah memimpin komitmen-komitmen yang ambisius.Kami merasa kagum akan hal tersebut dan ingin bekerja sama dengan Indonesia dan semua pihak yang memiliki peran penting dalam isu penting ini demi menciptakan sebuah dunia bagi kelangsungan anak dan cucu kita.

Advertisements