Archive for the ‘Perubahan Iklim Indonesia’ Category

This content is password protected. To view it please enter your password below:

This content is password protected. To view it please enter your password below:

http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=25108

Padang Ekspres • Sabtu, 03/03/2012 12:55 WIB • (yo) • 84 klik

Painan, Padek—Pengamanan bibir pantai dengan cara direklamasi agar ancaman abrasi tidak membahayakan keselamatan warga, akan memberi nilai tambah bagi Pessel dalam bidang pariwisata.

Sebagai kabupaten yang memiliki bibir pantai terpanjang di Sumbar, yakni mencapai 243 kilometer, kawasan pantai memang dijadikan sebagai andalan kawasan wisata favorit di daerah itu. Sebab keindahan kawasan bibir pantainya indah diakui menyejukan setiap mata yang memandang.
Rencana pemerintah pusat untuk mengucurkan bantuan ke Pessel 2012 dalam hal penanganan  kawasan pantai kritis merupakan harapan masyarakat yang memang sangat ditunggu. Sebab disepanjang garis pantai itu, terdapat 16 ribu kepala keluarga yang berdomisili. Mereka itu sampai sekarang masih dihantui kecemasan, sebab perubahan iklim yang tidak menentu telah mengikis pemukiman warga yang dikenal dengan abrasi pantai.
Bupati Pessel menjelaskan untuk penanganan kawasan pantai kritis ini, sedikitnya diperlukan dana sebesar Rp 1,3 triliun.
“Diharapkan pendanaan ini bisa terkabul dan terealisasi secara bertahap sebagai mana dijanjikan oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Sebelumnya pemerintah pusat memang menjanjikan pada 2012 ini akan mengucurkan bantuan dana untuk menangani kawasan pantai kritis. Besar bantuan itu mencapai Rp 230 miliar yang akan digunakan untuk pengamanan pantai di Kecamatan Lengayang hingga Sutera sebesar Rp 85 miliar dan Rp 145 miliar untuk pengamanan kawasan pantai teluk Painan.
“Dua lokasi ini merupakan kawasan padat penduduk dan juga menjadi andalan wisata. Sehingga rencana ini betul-betul terwujut. Harapan itu bukan saja datang dari masyarakat. Tapi juga dari  wisatawan yang ingin menikmati keindahan kawasan pantai di dua lokasi itu,” jelasnya.
Dengan terlaksananya rencana penanganan kawasan pantai kritis itu, maka kekuatiran pemerintah terhadap keselamatan 16 kepala keluarga (KK) secara bertahap terjawab. Disamping itu rasa nyaman masyarakat yang datang untuk menikmati keindahan pantai tetap asri juga bisa dipertahankan, disamping juga keselamatan. (yo)

[ Red/Redaksi_ILS ]

BPPT Usulkan Pembagunan Industri Sel Surya
Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Selasa, 6 Maret 2012 | 16:00 WIB

 

Shutterstock
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengusulkan pembangunan industri sel surya untuk mendukung pemanfatan energi surya sebagai sumber listrik.

Tercatat hingga tahun 2011, aplikasi energi surya baru sebesar 17 MWp. Jika dibandingkan dengan kapasitas terpasang pembangkit listrik yang sebesar 33,7 GW, kontribusi tenaga surya baru 0,05 persen.

Jumlah tersebut masih terlalu kecil. Indonesia memiliki target bahwa pada tahun 2025, kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi adalah 17 persen, dengan 0,2-0,3 persen tenaga surya.

Langkah serius untuk mengejar target diperlukan. Dari sisi tenaga surya, peningkatan kapasitas hingga 65 MW per tahun diperlukan. Saat ini, penetrasi energi surya baru 2,5 MW per tahun.

“Untuk memenuhi target itu kita harus mebangun industri sel surya karena tidak mungkin sel surya kita impor semua,” kata Marzan Azis Iskandar, Kepala BPPT, di Jakarta (6/3/2012).

Hingga saat ini, 60 persen sel surya di Indonesia masih impor. Masalah yang muncul adalah mahalnya harga sistem fotovoltaik, apalagi dengan tumbuhnya pasar modul fotovoltaik di Eropa dan Jepang.

Kholid Akhmad, Chief Engineer Studi Kelayakan Industri Sel Surya Nasional dari BPPT, mengatakan, “Uang yang kita buat beli ke luar sebenarnya bisa kita pakai untuk mengembangkan sendiri. Jadi memang kita harus membangun.”

Investasi industri sel surya menggunakan teknologi kristalin silikon adalah sekitar 450 miliar rupiah untuk 60 MWp. Sementara, jika mengimpor, dibutuhkan 1 juta dollar per 1 MWp.

Kholid mengungkapkan, pembangunan industri memang juga akan menelan biaya. Namun di masa depan, harga produk energi surya bisa lebih rendah jika selutruh sistemnya diupayakan industri dalam negeri.

Menurut Kholid, beberapa pihak sudah merespon usulan BPPT dengan menanamkan investasi. Ditargetkan, industri bisa menghasilkan sel surya yang memanen daya 60 MWp per tahun.

This content is password protected. To view it please enter your password below:

This content is password protected. To view it please enter your password below:

This content is password protected. To view it please enter your password below:

This content is password protected. To view it please enter your password below:

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Rabu, 25 Januari 2012 21:12 WIB | 1464 Views

 

Pontianak (ANTARA News) – Pemerintah Amerika Serikat memberi pelatihan komprehensif untuk penataan ruang kepada pemangku kepentingan di Provinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Ketapang, Kayong Utara dan Melawi terkait perubahan iklim.

“Pelatihan dilakukan dari tanggal 25 Januari hingga 2 Februari serentak di Provinsi Aceh, Kalbar, Kalteng dan Papua,” kata Ronny Christianto, Spesialis Komunikasi Kalimantan untuk The USAID Indonesia Forest and Climate Support (USAID IFACS)” saat dihubungi dari Pontianak, Rabu.

Menurut dia, pelatihan itu diberikan Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID IFACS bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Amerika Serikat (USFS).

Ia menambahkan, pelatihan itu juga sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan hutan dan rawa gambut sehubungan dengan peran penting mereka dalam perubahan iklim.

“Peserta yang hadir adalah mitra pemerintah dan LSM,” ujar dia.

Sedangkan topik yang dibahas di empat provinsi itu meliputi perencanaan tingkat lanskap dan manajemen, pemetaan area dengan nilai konservasi tinggi dan sasaran prioritas konservasi, dan pentingnya Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS/SEA) untuk menentukan prioritas-prioritas wilayah yang harus dilestarikan.

Ia melanjutkan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya USAID untuk membantu Indonesia dalam mengelola hutan yang tersisa dari hutan dataran rendah dan hutan gambut.

“Dengan bekerja sama antara pemerintah lokal, sektor swasta dan pemangku kepentingan lainnya untuk adopsi strategi pembangunan ekonomi rendah emisi yang menekankan penggunaan sumber daya yang berkelanjutan, melindungi hutan dari kebakaran, perambahan dan pemanfaatan yang tidak berkelanjutan,” kata dia.

Ronny mengungkapkan, pelatihan ini akan mencakup keterampilan dan aplikasi dasar terkait tataruang dan KLHS, dan juga disesuaikan dengan memenuhi kebutuhan daerah masing-masing.

“Untuk Kalimantan Barat, peserta akan mempelajari manajemen database, dan mengidentifikasi informasi yang diperlukan untuk perencanaan tata ruang dan pengelolaan konservasi skala lansekap,” kata dia.
(T.T011/M019)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Tribunnews.com – Selasa, 14 Februari 2012 23:44 WIB

http://www.tribunnews.com/2012/02/14/greenpeace-kami-tak-terima-dana-judi-dan-bukan-antek-asing

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Greenpeace membantah keras disebut tak berdaya untuk protes atas penyelundupan limbah bahan beracun berbahaya (B3) dari Inggris dan Belanda ke Indonesia. Greenpeace juga membantah menjadi antek asing, menerima dana judi, ditunggangi kepentingan industri Eropa. Tudingan itu tidak benar dan mengada-ada.

Tudingan bahwa Greenpeace tak berdaya dan menerima dana dari pemerintahan Inggris dan Belanda, disampaikan Koordinator Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing, Rudy Gani. Rudy menyebut, untuk tahun 2010 saja, Greenpeace menerima dana 2.250.000 poundsterling atau senilai Rp 31 miliar dari lotere Belanda. Rudy Gani menyebut, data tersebut jelas terlihat di situs Greenpeace.

Berikut sanggahan Greenpeace dalam rilis yang dikirim ke Tribunnews.com, Selasa (14/2/2012).

Berita ini sangat menyudutkan Greenpeace. Yang kami lebih sesali, tidak melakukan konfirmasi atau cek dan ricek kepada kami mengenai masalah limbah ini.

Selasa (14/2/2012) pagi, Greenpeace bersama Walhi, dan lembaga-lembaga lain yang tergabung dalam Indonesia Toxic Free Network menyelenggarakan konferensi pers dan mengirimkan surat protes kepada pemerintah terkait limbah dari Belanda dan Inggris.

Saat ini memang ada pihak-pihak yang berusaha menyudutkan dan mencemarkan nama baik Greenpeace dengan mencari-cari dan menggunakan segala cara dan alasan, karena merasa kepentingan pribadi dan golongannya terganggu oleh kampanye penyelamatan lingkungan yang dilakukan Greenpeace.

Seperti diungkapkan Direktur LBH Jakarta, Nurcholish dalam catatan akhir tahunnya, pada 2011 ada fenomena para ‘penjahat lingkungan’ melakukan serangan balik kepada lembaga-lembaga yang selama ini lantang menyuarakan penyelamatan lingkungan, termasuk Greenpeace.

Hasil investigasi kami telah menemukan ada pihak-pihak tertentu, atas pesanan pihak lain sejak tahun lalu memang mengkhususkan diri mencari dan memproduksi berita-berita negatif yang bertujuan untuk mebuat buruk cerita Grennpeace di Indonesia.

Pihak-pihak itu diperkirakan akan terus melakukan hal ini dan akan mencari segala topik untuk menyudutkan Greenpeace. Kami berharap redaksi Tribunnews mempertimbangkan dengan matang apakah mempublikasikan atau justru tidak memuat berita negatif semacam ini, karena pihak-pihak itu cenderung menghalalkan segala cara untuk memproduksi berita negatif terhadap Greenpeace.

Contoh terakhir adalah berita yang mengutip pernyataan Benny Susetyo dengan statemen-nya yang menyudutkan Greenpeace. Tetapi setelah kami konfirmasi, Romo Benny ternyata tidak merasa diwawancara dan akhirnya melayangkan somasi kepada media-media yang bersangkutan.

Beberapa tokoh nasional lain yang kami konfirmasi juga menyatakan bahwa mereka tidak berkomentar buruk terhadap Greenpeace, tetapi dipelintir oleh pihak-pihak itu.

Tuduhan-tuduhan seperti Greenpeace adalah antek asing, menerima dana judi, ditunggangi kepentingan industri Eropa adalah tidak benar dan mengada-ada.

Karena Greenpeace tidak hanya di Indonesia, tetapi ada di lebih dari 40 negara, sebagian besar di negara maju. Di negara-negara maju, dalam melakukan upaya penyelamatan lingkungan Greenpeace juga kerap menentang pemerintahan dan industri-industri multinasional.

Untuk mengetahui semua itu sebenarnya caranya teramat mudah, yakni cukup melakukan beberapa klik pada situs http://www.greenpeace.org. Di situs itu bisa dilihat kampanye yang dilakukan Greenpeace di berbagai penjuru dunia, termasuk negara maju.

Lalu, ketika di negara-negara maju itu Greenpeace tampil menghadapi perusahaan besar Apple, Exxon, Shell, British Petroleum, Kimberly Clark dan lain-lain, bisa dikatakan Greenpeace adalah antek negara berkembang?

Masyarakat juga tahu bahwa Greenpeace tidak bisa ditunggangi siapapun. Karena demi menjaga independensinya, Greenpeace selama 40 tahun tidak sudi dan tidak pernah sudi menerima dana dari pemerintah, lembaga pemerintahan, atau perusahaan manapun.
Terimakasih kepada 3 juta orang di dunia dan sekitar 30.000 orang di Indonesia yang menjadi supporter individu, karena berkat mereka sampai sekarang Greenpeace masih bisa menjaga indepedensi dan tidak bisa dibeli pihak manapun.

Di Indonesia, aktivis Greenpeace adalah orang Indonesia yang tidak rela lingkungan Indonesia dirusak oleh kerakusan pihal-pihak tertentu demi kepentingan pribadi atau golongan, tidak pandang.

Demikian hak jawab ini saya sampaikan, atas perhatian dan kerja sama redaksi Tribunnews dalam upaya penyelamatan lingkungan selama ini, saya haturkan banyak terima kasih.

Hikmat Soeriatanuwijaya, Juru kampanye media greenpeace Asia Tenggara

 

Penulis: Wahyu Aji  |  Editor: Yulis Sulistyawan
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

 http://banjarmasin.tribunnews.com/read/artikel/2012/2/12/164652/Hanya-ada-13.466-Pulau-di-Indonesia
Minggu, 12 Februari 2012 – 06:57 Wita – Print
web

BANJARMASINPOST.CO.ID – Indonesia ternyata hanya memiliki 13.466 pulau, bukan 17.508 pulau sebagaimana selama ini menjadi acuan berbagai pihak di dalam dan luar negeri. Jumlah itu diketahui berdasarkan survei geografi dan toponimi yang berakhir pada tahun 2010. Hasilnya telah dilaporkan kepada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Jumlah pulau itu hingga kini belum disahkan melalui peraturan Pemerintah. Padahal, hal ini memiliki implikasi sangat besar pada banyak aspek. Demikian dikemukakan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) -dulu Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsurtanal)- Asep Karsidi.

Jumlah pulau itu, menurut Asep, diperoleh Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi yang melakukan survei mulai tahun 2007 hingga 2010. Jumlah tersebut berdasarkan inventarisasi dan verifikasi nama pulau serta penetapan koordinat tiap pulau dengan global positioning system.

Menurut Asep. yang juga menjadi Sekretaris Tim Nasional Pembakuan Nama Rupabumi, jumlah 17.508 pulau itu diperoleh karena Gosong dimasukkan sebagai pulau. Padahal. Gosong hanya gundukan pasir atau terumbu karang yang muncul saat air surut dan tenggelam saat pasang naik air laut. Adapun definisi pulau oleh PBB adalah obyek yang masih tampak saat air laut pasang.

Daftar nama rupabumi (gasetir) pulau di Indonesia sejumlah 13.446 itu telah disampaikan kepada United Nations Groups of Experts on Geographical Names (UNGEGN) tahun lalu. “Bulan Agustus mendatang, tim akan kembali melaporkan kemajuan gasetir kepada UNGEGN,” kata Asep menjelaskan.

Batas landas kontinen

Asep menyatakan belum banyak survei kelautan terkait dengan pemetaan batimetri dilakukan di Indonesia karena biayanya sangat besar. Padahal, survei batimetri berpeluang memperluas wilayah Indonesia, terutama di batas landas kontinen, seperti yang telah dicapai di pantai barat Aceh. Areal seluas 4.209 kilometer persegi di landas kontinen disetujui oleh PBB tahun 2010.

Saat ini, karena mahalnya survei tersebut, BIG lebih memprioritaskan kegiatannya pada pembaruan peta dasar di darat yang telah usang. Peta berskala 1 : 250.000 dan 1 : 50.000 yang dibuat pada tahun 1990 saat ini telah tergolong usang. Ketentuannya, peta harus diperbarui tiap lima tahun. Ini penting terkait dengan penggunaan peta dasar untuk penyusunan rencana pembangunan nasional dan di daerah.

( Eka D / BPostonline )
Sumber: national geographic

Sabtu, 04/02/2012 17:33 WIB

Wahyu Daniel – detikFinance
http://us.finance.detik.com/read/2012/02/04/173350/1834275/4/wow-utang-ri-dekati-rp-2000-triliun-di-2012

Browser anda tidak mendukung iFrame

Foto: dok.detikFinance

Jakarta – Akhir 2011 lalu total utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 1.803,49 triliun. Pada akhir tahun ini rencananya utang pemerintah bakal bertambah menjadi Rp 1.937 triliun atau naik Rp 134 triliun.

Demikian terungkap dalam situs Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan yang dikutip, Sabtu (4/2/2012).

Pada data tersebut dipaparkan, utang pemerintah di akhir 2012 nanti akan berupa pinjaman senilai Rp 615 triliun atau turun dari 2011 Rp 616 triliun. Lalu juga berupa surat utang Rp 1.322 triliun, bertambah dari 2011 yang sebesar Rp 1.188 triliun.

Tiap tahun utang pemerintah terus mengalami peningkatan. Berikut data utang semenjak 2007 dari Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu:

  • 2007 jumlah utang Rp 1.389 triliun (rasio terhadap PDB 37%). Berupa pinjaman Rp 586 triliun dan surat utang Rp 803 triliun
  • 2008 jumlah utang Rp 1.637 triliun (rasio 33%). Beruba pinjaman Rp 730 triliun dan surat utang Rp 906 triliun
  • 2009 jumlah utang Rp 1.591 triliun (rasio 29%). Berupa pinjaman Rp 611 triliun dan surat utang Rp 979 triliun
  • 2010 jumlah utang Rp 1.677 triliun (rasio 27%). Berupa pinjaman Rp 612 triliun dan surat utang Rp 1.064 triliun
  • 2011 jumlah utang Rp 1.803 triliun (rasio 25%). Berupa pinjaman Rp 616 triliun dan surat utang Rp 1.188 triliun
  • 2012 jumlah utang Rp 1.937 triliun. Berupa pinjaman Rp 615 triliun dan surat utang Rp 1.322 triliun

Tiap Tahun Nyicil Bunga Utang

Nominal utang pemerintah yang kian membesar tiap tahun membuat pemerintah juga harus membayar cicilan bunga utang yang naik tiap tahun. Di 2012, cicilan bunga utang yang akan dibayar pemerintah mencapai Rp 122,218 triliun.

Berikut data cicilan bunga utang baik dalam negeri maupun luar negeri pemerintah sejak 2007:

  • 2007 pembayaran bunga utang Rp 79,806 triliun
  • 2008 pembayaran bunga utang Rp 88,43 triliun
  • 2009 pembayaran bunga utang Rp 93,782 triliun
  • 2010 pembayaran bunga utang Rp 88,383 triliun
  • 2011 pembayaran bunga utang Rp 106,584 triliun
  • 2012 pembayaran bunga utang Rp 122,218 triliun

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus mengingatkan para menterinya untuk tegas mengurangi utang luar negeri. SBY meminta pelunasan utang lebih digencarkan lagi.

SBY meminta persentase utang pemerintah terhadap PDB di 2014 harus ditekan menjadi paling besar 22%. SBY juga meminta dengan tegas agar tiap tahun jumlah utang yang dibayar harus lebih besar dari jumlah utang yang ditarik oleh pemerintah.

(dnl/dnl)

http://www.sap.ui.ac.id/main/

 

ῼ   Fakultas Kedokteran jumlah SAP :96
ῼ   Fakultas Kedokteran Gigi jumlah SAP :6
ῼ   Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam jumlah SAP :1572
ῼ   Fakultas Teknik jumlah SAP :1135
ῼ   Fakultas Hukum jumlah SAP :700
ῼ   Fakultas Ekonomi jumlah SAP :239
ῼ   Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya jumlah SAP :1328
ῼ   Fakultas Psikologi jumlah SAP :97
ῼ   Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik jumlah SAP :395
ῼ   Fakultas Kesehatan Masyarakat jumlah SAP :148
ῼ   Fakultas Ilmu Komputer jumlah SAP :54
ῼ   Fakultas Ilmu Keperawatan jumlah SAP :261
ῼ   Program Pascasarjana jumlah SAP :38
ῼ   Program Vokasi jumlah SAP :383

Mata Kuliah Perubahan  Iklim – ITB

http://www.meteo.itb.ac.id/?page_id=405

ME-3236 Perubahan Iklim

Kode

ME-3236

Kredit :

3SKS

Semester

Genap

Bidang pengutamaan:

Meteorologi

Sifat:

Pilihan

Sifat kuliah Kuliah
Nama Mata Kuliah Perubahan Iklim
Course Title Climate Change
Silabus ringkas Pada kuliah ini akan diberikan pengetahuan keahlian tentang kejadian perubahan iklim global beserta implikasinya.
Short Description In this course, global climate change knowledge and it’s implication will be given.
Silabus Lengkap Perubahan Parameter Iklim, Model Perubahan Iklim, Dampak Perubahan Iklim, Adaptasi Perubahan Iklim, Mitigasi Perubahan Iklim.
Full Description Climate parameter changes, Climate change modelling, climate change impact, climate change adaptation, climate change mitigation.
Tujuan Instruksional Umum (TIU) Memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang pengertian perubahan iklim; pengembangan model proyeksi perubahan iklim; Hubungan antara perubahan parameter iklim dan dampak yang akan terjadi; menjelaskan bahwa perubahan iklim berimplikasi pada hampir semua proses pembangunan.
Gives knowledge about the definition of climate change, development of climate change projection model, the relation between climate parameters changes and the impact, description on how climate change effect human activities.
Luaran (Outcomes) Mahasiswa dapat memahami faktor-faktor yang menyebabkan perubahan iklim dan dampaknya terhadap kehidupan manusia.
Mata Kuliah Terkait 1. Meteorologi Lingkungan
2.Pemodelan Meteorologi
Pustaka B.1.  IPCC, 2007. Climate Change 2007 : “The Physical Science Basis”. Cambridge University Press. Cambridge.
B.2.         Susandi, 2004:“The Impact of International Greenhouse Gas Emissions Reduction on Indonesia”; Report on Earth System Science, Germany.
B.3.         Hulme,M. and N, Sheard, 1999: Climate Change Scenarios for Indonesia. Leaflet CRU and WWF.  Climatic Research Unit. UEA, Norwich,UK.
B.4.         ICSTCC (Indonesia Country Study Team on Climate Change), 1998: Vulnerability and Adaptation Assessments of Climate Change in Indonesia. The Ministry of Environment the Republic of Indonesia.  Jakarta.

Uraian Rinci Materi Kuliah

Mg # Topik Sub Topik Tujuan Instruksional Khusus (TIK) Pustaka yang relevan
1 PENDAHULUAN Pengertian; Ruang lingkup; Penilaian; Tugas; Sasaran; Definisi lainnya. Mahasiswa mampu memanage dirinya agar dapat mengikuti kuliah dengan baik; mengerti tujuan dan aturan kuliah tsb.
2 PERUBAHAN PARAMETER IKLIM Parameter iklim; Pengertian perubahan iklim; Implikasi Perubahan parameter iklim pada lingkungan. Membedakan antara perubahan cuaca dan iklim serta implikasinya.
3 MODEL PERUBAHAN IKLIM Dasar pemodelan iklim; model dinamik perubahan iklim; model IPCC. Pengenalan model-model yang digunakan untuk mengkaji perubahan parameter iklim.
4 MODEL PERUBAHAN IKLIM Model prediksi perubahan iklim; model proyeksi perubahan iklim. Mengenal & faham tentang perbedaan model prediksi dan proyeksi perubahan iklim
5 DAMPAK PERUBAHAN IKLIM Identifikasi dampak perubahan iklim pada lingkungan. Dapat memahami implikasi dampak perubahan iklim pada lingkungan.
6 DAMPAK PERUBAHAN IKLIM Dampak pada ketersedian air; dampak pada perubahan pola cuaca dan iklim; dampak pada pertanian. Mengenal & faham tentang berbagai dampak yang langsung pada sektor pembangunan, seperti dampak pada pengairan, pertanian dll
7 DAMPAK PERUBAHAN IKLIM Dampak pada ketersediaan energi yang berhubungan dengan curah hujan. Dapat mengungkapkan dampak ketersediaan air pada penyediaan energi.
8 UTS
9 ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM Upaya beradaptasi terhadap perubahan parameter iklim Mengenal & faham tentang bagaimana beradaptasi dengan keadaan iklim mendatang.
10 ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM Adaptasi sektor pengairan, pertanian, kelautan, kesehatan Mengenal upaya adaptasi dari sektor pengairan, pertanian, kelautan dan kesehatan.
11 MITIGASI PERUBAHAN IKLIM Pengertian mitigasi perubahan iklim dan bentuk kegiatannya. Dapat menggunakan pengetahuan tentang kegiatan mitigasi perubahan iklim.
12 MITIGASI PERUBAHAN IKLIM Mitigasi dari sektor energi. Dapat memahami tentang upaya mitigasi pengurangan emisi karbon dari sektor energi.
13 MITIGASI PERUBAHAN IKLIM Mitigasi dari sektor kehutanan. Dapat memahami tentang upaya mitigasi pengurangan emisi karbon dari sektor kehutanan.
14 TUGAS PRESENTASI Pengenalan studi-studi perubahan iklim yang telah ada. Dapat mempresentasikan hasil studi tentang perubahan iklim
15 TUGAS PRESENTASI Kasus khusus tentang perubahan iklim di Indonesia. Dapat melihat berbagai kajian perubahan iklim di Indonesia.
16 UAS

 

 http://www.pikiran-rakyat.com/node/173479
Rabu, 18/01/2012 – 09:10

BANDUNG, (PRLM).- akil Ketua Komisi IV DPR RI, E. Herman Khaeron mengatakan penurunan produksi pertanian disebabkan oleh perubahan iklim yang mengakibatkan bergesernya pola tanam, terjadi kekeringan dan kebanjiran, gangguan organisme penggangu tanaman, dan alih fungsi lahan.

“Untuk serapan APBN. 2011 sebesar 89,91% relatif sama dengan tahun 2010 sebesar 89,71% dan masih di atas rata-rata nasional sebesar 87%,” kata Herman dalam rilis yang diterima “PRLM” di Bandung, Rabu (18/1).

Pada Rapat kerja Komisi IV DPR dengan Menteri Pertanian, Herman mengatakan bahwa sektor pertanian tetap tumbuh meski produksi turun. Naiknya harga beberapa komoditas pertanian utamanya padi/beras, mendongkrak nilai tukar petani.

“Kami mengharapkan pemerintah bekerja lebih keras lagi agar produksi di tahun 2012 dapat ditingkatkan seiring pertumbuhan kebutuhan masyarakat. Pencapaian 5 komoditas swasembada : beras, jagung, kedelai, gula, dan daging sapi pada 2014, utamanya beras yg sudah tercapai swasembada sejak tahun 2008 dapat dipertahankan keberlanjutannya, bahkan ditingkatkan sesuai target yg dicanangkan presiden 10 jt ton surplus sampai tahun 2015,” kata Herman. (A-130/A-147)***

This content is password protected. To view it please enter your password below:

This content is password protected. To view it please enter your password below: