Archive for the ‘Dampak Deforestasi’ Category

Tribunnews.com – Senin, 16 Januari 2012 22:15 WIB

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Rihard Nelson

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK – Anggota DPRD Kalimantan Barat  Tony Kurniadi, mengatakan penggundulan hutan yang terjadi di Sambas selama 10 tahun terakhir memperparah banjir yang terjadi saat ini. Untuk itu, pemerintah daerah harus segera menghentikan ekspansi sawit dan mereboisasi lahan gundul yang banyak di daerah Sambas.

“Saya melihat dan merasakan sendiri bagaimana Kabupaten Sambas ini sudah gundul akibat pengalihan fungsi secara besar-besaran. Akibatnya yang dirasakan saat ini, banjir yang terjadi saat ini di Sambas sudah merata di hampir seluruh daerah. Intensitas periode kejadiannya semakin sering terjadi,” ujar Toni Kurniadi kepada Tribun Pontianak (grup Tribunnews.com).

Toni menuturkan Sambas memang bukan daerah yang terbebas penuh dari banjir. Peristiwa banjir terjadi pada musim penghujan di akhir tahun atau awal tahun dengan daerah yang terbatas. Itupun dengan intensitas rentang lamanya surutnya air tidak panjang.

“Yang terjadi sekarang ini semakin parah. Banjir merata seluruh daerah dan waktunya juga lama. Dampak dari banjir yang dirugikan adalah masyarakat petani sawah dan jeruk. Sambas yang merupakan daerah penghasil atau bisa dikatakan lumbung padi di Kalbar terancam gagal.
Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas dan Provinsi Kalbar sudah seharusnya memberikan bantuan untuk meringakan kerugian akibat sawah atau tanamannya gagal panen akibat terendam banjir,” katanya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) mengakui Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas sudah cukup baik dalam penanganan bencana banjir yang terjadi saat ini. Yang mana telah turun langsung ke lokasi-lokasi korban banjir yang diharapkan sekaligus memberikan bantuan langsung.

“Saya memberikan apresiasi terhadap Pemkab Sambas dalam hal penanggulangan banjir saat ini sudah dilakukan secara komprehensif. Namun demikian menjadi catatan adalah dampak paska banjir. Yang biasanya akan terjadi kekurangan pangan disertai timbulnya penyakit,” jelasnya.

Ke depan, lanjut Tony, Pemkab Sambas harus membuat grand strategi mencegah terjadinya banjir yang sudah merata dan waktu yang lama. Semua pihak, dari Pemkab, masyarakat, dan kalangan pengusaha yang berinvestasi di Sambas harus bekerjasama memikirkan hal ini.

“Banjir ini menjadi tanggungjawab besar yang harus dicarikan solusinya. Solusi apa, yakni penghentian penggundulan hutan serta melakukan reboisasi. Kerugian akibat banjir yang sudah pasti dirasakan adalah melambatnya kegiatan ekonomi masyarakat menengah kebawah. Investasi memang perlu namun tidak mengakibatkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat kecil,” pungkasnya.