Archive for the ‘Satu Polhut Jaga 2.600 Hektare Hutan’ Category

Senin, 12 Maret 2012 | 19:35:48 WITA | 205 HITS
Satu Polhut Jaga 2.600 Hektare Hutan
Pembalakan Liar Marak di Maros
http://www.fajar.co.id/read-20120311193548-satu-polhut-jaga-2600-hektare-hutan

 Int

»
»
»

MAROS, FAJAR — Pembalakan liar kembali marak di Maros. Kasus terbaru ditemukan di Kecamatan Mallawa dan Tompo Bulu. Minimnya polisi hutan (Polhut) membuat pengawasan tidak maksimal.
KEPALA Seksi Perlindungan dan Penanaman Pohon Dinas Kehutanan Maros, Abdul Muttalib, Minggu 11 Maret, mengatakan saat ini pihaknya hanya memiliki 13 polisi hutan. Mereka bertugas menjaga 34 ribu hektare hutan lindung.
Dengan demikian, jika dibagi rata, setiap polisi hutan mesti menjaga sekira 2.600 hektare hutan. Kondisi itu membuat pengawasan sulit. Pembalakan liar bisa terus terjadi tanpa bisa dijangkau petugas.
“Kami masih sangat kesulitan sebab personel sangat terbatas kemampuannya,” kata Muttalib.
Pembalakan liar memang tak ada henti-hentinya. Terbukti dengan diamankannya sepuluh kubik kayu jenis rimba campuran baru-baru ini.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Maros, Muhammad Nurdin mengatakan penangkapan kayu tersebut diawali dari laporan warga setempat terkait rawannya aktivitas pembalakan di area hutan negara.
“Nah saat polisi hutan melakukan patroli, ternyata betul ditemukan tumpukan kayu di kawasan hutan negara, tepatnya di dua lokasi yaitu di Kecamatan Mallawa dan Kecamatan Tompo Bulu,” kata dia.
Ratusan kayu itu, kata dia, ditemukan dipinggir jalan. Ironisnya, setelah dicari siapa pelaku atau pemiliknya tidak satu pun yang mengakui.
Dia menjelaskan luas areal hutan negara di Kabupaten Maros mencapai 68 ribu hektare. Setengahnya dikelola Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Setengahnya lagi merupakan tanggung jawab Dinas Kehutanan dan Perkebunan Maros.
Untuk mengantisipasi penebangan liar, petugas Dinas Perkebunan intens melakukan patroli. Terutama di wilayah-wilayah yang dianggap rawan terjadinya pembalakan liar.
Anggota Komisi III DPRD Maros, Muhammad Amri Yusuf mengakui minimnya polisi hutan menjadi salah satu kendala dalam menangkap para pelaku pembalakan liar. Sosialisasi ke masyarakat tentang pembalakan liar juga masih kurang.
“Apalagi umumnya penebangan itu kerap dilakukan oleh warga sekitar sendiri untuk konsumsi pribadi, antara lain untuk kayu bakar,” pungkasnya. (arn)

Advertisements