Archive for the ‘GreenPeaceINDO’ Category

Tribunnews.com – Selasa, 14 Februari 2012 23:44 WIB

http://www.tribunnews.com/2012/02/14/greenpeace-kami-tak-terima-dana-judi-dan-bukan-antek-asing

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Greenpeace membantah keras disebut tak berdaya untuk protes atas penyelundupan limbah bahan beracun berbahaya (B3) dari Inggris dan Belanda ke Indonesia. Greenpeace juga membantah menjadi antek asing, menerima dana judi, ditunggangi kepentingan industri Eropa. Tudingan itu tidak benar dan mengada-ada.

Tudingan bahwa Greenpeace tak berdaya dan menerima dana dari pemerintahan Inggris dan Belanda, disampaikan Koordinator Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing, Rudy Gani. Rudy menyebut, untuk tahun 2010 saja, Greenpeace menerima dana 2.250.000 poundsterling atau senilai Rp 31 miliar dari lotere Belanda. Rudy Gani menyebut, data tersebut jelas terlihat di situs Greenpeace.

Berikut sanggahan Greenpeace dalam rilis yang dikirim ke Tribunnews.com, Selasa (14/2/2012).

Berita ini sangat menyudutkan Greenpeace. Yang kami lebih sesali, tidak melakukan konfirmasi atau cek dan ricek kepada kami mengenai masalah limbah ini.

Selasa (14/2/2012) pagi, Greenpeace bersama Walhi, dan lembaga-lembaga lain yang tergabung dalam Indonesia Toxic Free Network menyelenggarakan konferensi pers dan mengirimkan surat protes kepada pemerintah terkait limbah dari Belanda dan Inggris.

Saat ini memang ada pihak-pihak yang berusaha menyudutkan dan mencemarkan nama baik Greenpeace dengan mencari-cari dan menggunakan segala cara dan alasan, karena merasa kepentingan pribadi dan golongannya terganggu oleh kampanye penyelamatan lingkungan yang dilakukan Greenpeace.

Seperti diungkapkan Direktur LBH Jakarta, Nurcholish dalam catatan akhir tahunnya, pada 2011 ada fenomena para ‘penjahat lingkungan’ melakukan serangan balik kepada lembaga-lembaga yang selama ini lantang menyuarakan penyelamatan lingkungan, termasuk Greenpeace.

Hasil investigasi kami telah menemukan ada pihak-pihak tertentu, atas pesanan pihak lain sejak tahun lalu memang mengkhususkan diri mencari dan memproduksi berita-berita negatif yang bertujuan untuk mebuat buruk cerita Grennpeace di Indonesia.

Pihak-pihak itu diperkirakan akan terus melakukan hal ini dan akan mencari segala topik untuk menyudutkan Greenpeace. Kami berharap redaksi Tribunnews mempertimbangkan dengan matang apakah mempublikasikan atau justru tidak memuat berita negatif semacam ini, karena pihak-pihak itu cenderung menghalalkan segala cara untuk memproduksi berita negatif terhadap Greenpeace.

Contoh terakhir adalah berita yang mengutip pernyataan Benny Susetyo dengan statemen-nya yang menyudutkan Greenpeace. Tetapi setelah kami konfirmasi, Romo Benny ternyata tidak merasa diwawancara dan akhirnya melayangkan somasi kepada media-media yang bersangkutan.

Beberapa tokoh nasional lain yang kami konfirmasi juga menyatakan bahwa mereka tidak berkomentar buruk terhadap Greenpeace, tetapi dipelintir oleh pihak-pihak itu.

Tuduhan-tuduhan seperti Greenpeace adalah antek asing, menerima dana judi, ditunggangi kepentingan industri Eropa adalah tidak benar dan mengada-ada.

Karena Greenpeace tidak hanya di Indonesia, tetapi ada di lebih dari 40 negara, sebagian besar di negara maju. Di negara-negara maju, dalam melakukan upaya penyelamatan lingkungan Greenpeace juga kerap menentang pemerintahan dan industri-industri multinasional.

Untuk mengetahui semua itu sebenarnya caranya teramat mudah, yakni cukup melakukan beberapa klik pada situs http://www.greenpeace.org. Di situs itu bisa dilihat kampanye yang dilakukan Greenpeace di berbagai penjuru dunia, termasuk negara maju.

Lalu, ketika di negara-negara maju itu Greenpeace tampil menghadapi perusahaan besar Apple, Exxon, Shell, British Petroleum, Kimberly Clark dan lain-lain, bisa dikatakan Greenpeace adalah antek negara berkembang?

Masyarakat juga tahu bahwa Greenpeace tidak bisa ditunggangi siapapun. Karena demi menjaga independensinya, Greenpeace selama 40 tahun tidak sudi dan tidak pernah sudi menerima dana dari pemerintah, lembaga pemerintahan, atau perusahaan manapun.
Terimakasih kepada 3 juta orang di dunia dan sekitar 30.000 orang di Indonesia yang menjadi supporter individu, karena berkat mereka sampai sekarang Greenpeace masih bisa menjaga indepedensi dan tidak bisa dibeli pihak manapun.

Di Indonesia, aktivis Greenpeace adalah orang Indonesia yang tidak rela lingkungan Indonesia dirusak oleh kerakusan pihal-pihak tertentu demi kepentingan pribadi atau golongan, tidak pandang.

Demikian hak jawab ini saya sampaikan, atas perhatian dan kerja sama redaksi Tribunnews dalam upaya penyelamatan lingkungan selama ini, saya haturkan banyak terima kasih.

Hikmat Soeriatanuwijaya, Juru kampanye media greenpeace Asia Tenggara

 

Penulis: Wahyu Aji  |  Editor: Yulis Sulistyawan
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Advertisements