INDONESIA BERPERAN BESAR Antisipasi Dampak Perubahan Iklim Global

Sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=313799

JAKARTA (Suara Karya): Indonesia yang memiliki kawasan hutan dan lautan yang luas, berperan sentral dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim global.

Selain itu, Indonesia juga harus menanggung akibat meningkatnya temperatur muka laut, naiknya tinggi muka laut yang berakibat tenggelamnya beberapa pulau serta harus menghadapi kondisi variabilitas iklim seperti datangnya El Nino, atau kemarau panjang, serta La Nina, atau musim hujan yang berkepanjangan.

“Tidak ada jalan lain, selain negara-negara di dunia harus bekerja sama melalui adaptasi perubahan iklim, mitigasi perubahan iklim, peningkatan kegiatan pemantauan iklim dan pertukaran ilmu pengetahuan antara negara,” kata Sesmenko Kesra, Indroyono Soesilo, ketika memberikan kuliah umum di Kampus-Kampus Amerika Serikat, antara lain The George Washington University, US-Indonesia Society (USINDO), University of Maryland dan University of Michigan, kemarin waktu setempat.

Sejak 14 Oktober 2012 lalu Sesmenko Kesra berada di Amerika Serikat guna penerima penghargaan Fulbright Distinguished Scholar Award 2012.

Menurut Sesmenko Kesra, perubahan Iklim global muncul akibat pemanasan global yang dipicu emisi gas karbon dioksida (CO2).

“65% emisi CO2 datang dari energi listrik, transportasi, rumah tangga dan industri, sedang 35% emisi CO2 datang dari non-energi seperti konversi lahan, pertanian dan limbah,” kata Indroyono.

Gas CO2 ini kemudian diserap oleh hutan dan lautan. Melalui proses fotosintesis, gas CO2 tadi kemudian dikonversikan menjadi oksigen (O2) untuk dihirup oleh mahluk hidup di muka Bumi.

Di hadapan para pakar lingkungan, pemerhati Indonesia, para mahasiswa serta para guru besar di kampus-kampus terkenal AS tadi, Indroyono menegaskan, walaupun Indonesia harus menghadapi dampak perubahan iklim global ini di negara sendiri, namun Indonesia juga tetap ingin berkontribusi demi kelestarian planet bumi.

Di antaranya dengan menyodorkan Program REDD+ untuk pelestarian hutan tropis, merintis Coral Triangle Initiative (CTI) dalam rangka penyelamatan 75.000 kilometer-persegi terumbu karang di 6 negara CTI, serta secara sukarela akan menurunkan emisi CO2 sebesar 26% dengan kekuatan sendiri, atau sebesar 41% dengan dukungan Internasional, pada tahun 2020. (Singgih BS)

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: