Kemarau Bukan Pembenaran untuk Impor Pangan

Sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=310890

JAKARTA (Suara Karya): Bencana kekeringan dan gagal panen pada lahan pertanian pasti memengaruhi target produksi pangan, baik dalam skala kecil maupun besar. Apalagi ternyata memang tidak ada upaya antisipasi dari pemerintah.

Wakil Ketua Komisi IV DPR Firman Soebagyo mengatakan, kekeringan lahan pertanian yang melanda sejumlah daerah di Indonesia berpotensi mengganggu target peningkatan produksi pangan nasional. Padahal, ancaman kekeringan pada lahan pertanian seharusnya sudah bisa diantisipasi pemerintah karena masalah perubahan iklim terjadi setiap tahun.

“Pemerintah seharusnya sudah bisa memprediksi jauh-jauh hari karena krisis akibat kekeringan lahan pertanian akan terjadi di Indonesia,” katanya di Jakarta, Minggu.

Untuk itu, Firman berharap pemerintah pusat dan daerah dapat melakukan langkah konkret secara terkoordinasi di lintas sektor untuk membantu petani. Tentunya agar masalah kekeringan yang melanda ribuan hektare lahan pertanian dapat diatasi dan petani bisa dibantu.

Faktor perubahan iklim yang membuat cuaca tidak menentu merupakan penyebab utama masalah kekeringan. Termasuk juga masalah menyusutnya daerah resapan air, baik di hulu sampai ke hilir. Namun, dengan teknologi yang ada, masalah dapat diantisipasi secara dini dan minimal dampaknya bisa dikurangi. “Memang BMKG punya peran strategis dalam hal ini. Namun memang peran kementerian teknis menjadi penentunya,” ujar politikus Partai Golkar ini.

Firman lantas khawatir jika masalah kekeringan lahan pertanian dibiarkan, maka akan terjadi pembenaran untuk melakukan impor pangan secara besar-besaran oleh pemerintah. Hal ini akhirnya makin memperburuk nasib petani di dalam negeri. Oleh karena itu, tidak henti-hentinya Firman mengaku terus mengingatkan perbaikan dan menjaga kondisi waduk serta irigasi pertanian.

Secara terpisah, sejumlah petani di daerah Kabupaten Cirebon dan Indramayu memaksimalkan upaya pompanisasi agar tetap bisa menanam di musim kemarau. Marto, petani di Cirebon, mengatakan, musim kemarau berkepanjangan menyebabkan lahan pertanian di Cirebon kesulitan mendapatkan air. Kondisinya diperparah dengan saluran irigasi yang terbatas.

“Selain itu, petani di daerah pantura juga harus pandai memilih menanam tanaman yang hemat air. Seperti jagung manis, sayuran dataran rendah, tebu, cabai merah, terung ungu. Ini karena jika memaksakan menanam padi, sering gagal panen,” kata Marto.

Di lain pihak, produksi gabah di Kabupaten Lebak, Banten, pada 2012 hampir dipastikan mengalami penurunan akibat kekeringan. “Biasanya, produksi gabah antara enam sampai delapan ton per hektare. Namun, kini turun menjadi empat ton per hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna.

Menurut dia, pemerintah daerah terus bekerja keras untuk membantu penyelamatan tanaman padi agar bisa dipanen hingga Oktober 2012 mendatang. Di antaranya dengan pompanisasi terpadu untuk menyedot air permukaan yang bisa dialirkan ke area persawahan. Air permukaan bisa didapat dengan menyedot air Sungai Ciujung, Ciberang, Cimadur, Cisimeut, dan Cilangkahan. “Dengan pompanisasi, tentunya tetap bisa panen padi. Namun, produksi gabah turun,” ujarnya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan dana bantuan untuk petani padi yang mengalami gagal panen atau puso akibat kekeringan sebesar Rp 3,7 juta per hektare (ha) pada 2012. Menteri Pertanian Suswono mengatakan, besaran dana bantuan sama seperti tahun lalu. Dalam hal ini, sebanyak Rp 2,6 juta untuk biaya pengolahan lahan dan Rp 1,1 juta untuk pengadaan pupuk.

“Dana bantuan puso ini nanti akan disalurkan langsung ke petani melalui rekening mereka. Dengan ini, diharapkan tidak ada penyelewengan,” katanya di Jakarta, Minggu (9/9). Kementan pada tahun ini mengajukan anggaran untuk dana bantuan puso sebesar Rp 199 miliar sehingga diperkirakan alokasinya Rp 3,7 juta per ha untuk area pertanian sekitar 65.000 ha. (A Choir/Joko S)

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: