Kerusakan Mangrove Tiga Kali Lipat Lebih berbahaya dari Hutan Tropis Dunia

Hutan mangrove di Indonesia. Foto: Aji Wihardandi

Sumber: http://www.mongabay.co.id/2012/09/08/kerusakan-mangrove-tiga-kali-lipat-lebih-berbahaya-dari-hutan-tropis-dunia/

Penghancuran dan degradasi hutan mangrove, padang lamun dan hutan rawa akan berakibat hilangnya jutaan ton karbon ke udara setiap tahun. Hal ini dilaporkan dalam sebuah tulisan yang dimuat di jurnal PLoS ONE.

Penelitian ini mempelajari 49 juta hektar eksosistem pantai dan memperkirakan emisi yang akan muncul akibat konversi wilayah tersebut. Terkait adanya ketidakpastian luasan dan keberadaan ekosistem ini dan tingkat konversi yang terjadi serta bervariasinya stok karbon yang berbeda di tiap wilayah, hasil penelitian ini muncul dengan rentang hasil antara 150 juta hingga 1.02 milyar ton karbondioksida per tahun. Di puncak tertingginya, emisi akibat rusaknya dan degradasi ekosistem pantai akan mempengaruhi emisi tahunan di Jepang, negara emiter karbon terbesar kelima di dunia.

Menurut hasil penelitian ini, sebagian besar emisi, atau sekitar 53% berasal dari hilangnya hutan mangrove, lalu disusul oleh musnahnya padang lamun mengakibatkan hilangnya 33 % karbon dan  terakhir adalah hutan rawa sekitar 13%.

Peta dunia ekosistem pesisir pantai

“Ekosistem wilayah pantai ini adalah sebuah wilayah yang sangat kecil, hanya sekitar 6% dari wilayah daratan yang tertutup oleh hutan tropis, namun emisi yang akan terjadi jika mereka lenyap adalah sekitar seperlima dari jumlah emisi akibat hilangnya hutan tropis di seluruh dunia,” ungkap Linwood Pandleton, salah satu penulis dan direktur dari Ocean and Coastal Policy Program di Nicholas Institute, Duke University dalam penyataannya. “Setiap satu hektar, hutan rawa bisa memuat karbon yang sama dengan emisi yang dihasilkan 488 mobil setiap tahun. Sebagai perbandingan, menghancurkan satu hektar hutan mangrove jumlah emisinya setara dengan menebang tiga hingga lima hektar hutan tropis.”

Hasil penelitian ini sudah digunakan dalam program internasional mitigasi perubahan iklim terkait karbon biru atau blue carbon. Ini adalah sebuah program ntuk menggunakan pendanaan karbon -baik dalam bentuk dana bantuan maupun aktivitas berbasis pasar seperti offset- untuk mendanai upaya konservasi ekosistem ini. Penelitian ini memperkirakan bahwa nilai ekonomi dari emisi karbon tahunan berkisar antara 6.1 hingga 41.9 miliar dollar.

“Ekosistem Karbon biru memberikan banyak keuntungan bagi manusia: misalnya mendukung perikanan, memberi perlindungan wilayah pantai dari banjir dan badai, dan memberi filter bagi air di pesisir dari sejumlah polutan,” ungkap Emily Pidgeon, direktur senior dari Strategic Marine Initiatives di Conservation Internastional dan wakil ketua Blue Carbon Initiative. “Insentif ekonomi untuk menggantikan kehilangan ini bisa membantu melindungi keuntungan-keuntungan ini sebagai bagian dari upaya global untuk menekan emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim.”

Hasil lengkap penelitian bisa diunduhdisini

Tingkat konversi ekosistem pesisir

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: