Perubahan Iklim Alami Matikan Terumbu Karang Pasifik

Sumber: http://www.analisadaily.com/news/read/2012/07/17/63322/perubahan_iklim_alami_matikan_terumbu_karang_pasifik/

SUATU periode ketegangan, berbagai perubahan alami pada iklim menyebabkan terumbu karang di Pasifik timur mati ribuan tahun lalu, dan polusi ulah manusia dapat memperburuk tren tersebut pada masa mendatang.

Para ilmuwan mengatakan naik turunnya temperatur udara laut — yang disebabkan fenomena sama yang menyebabkan peristiwa El Nino dan La Nina setiap beberapa tahun sekali — sebagai penyebab utama kematian terumbu karang di perairan dekat pantai Panama.

Kematian terumbu karang itu mulai terjadi 4.000 tahun lalu dan berlangsung sekira 2.500 tahun, ungkap riset yang disiarkan jurnal AS Science. Riset pimpinan Florida Institute of Technology (FIT) itu didukung para pakar yang termasuk dari China dan Prancis.

“Kami syok mengetahui bahwa pertumbuhan karang selama 2.500 tahun hilang dari kerangka karang,” ujar ketua tim Lauren Toth dari FIT. “Gap itu mencerminkan kolaps ekosistem karang sebesar 40 persen dari total sejarah mereka.”

Analisis

Para periset melakukan analisis dengan mendorongkan sebuah pipa berlobang sepanjang lima meter ke kerangka terumbu karang yang mati di sepanjang pantai Pasifik di Panama.

Mereka menarik berbagai cabang terumbu itu, dan dengan menggunakan teknik penanggalan radiokarbon dan spektrometri massal para ahli itu dapat melihat apa yang mereka gambarkan sebagai suatu periode “hiatus” (kekosongan) dalam pertumbuhan terumbu tersebut.

Suatu pemeriksaan atas data-data terumbu di Australia dan Jepang menunjukkan gap-gap serupa pada pertumbuhan, yang Tot dan rekan-rekannya yakini disebabkan utamanya berbagai perubahan sejarah pada sebuah fenomena bernama El Nino Southern Oscillation (ENSO).

“Untuk terumbu Pasifik mengalami kolaps sedemikian lamanya dan pada skala geografis begitu besar, mereka mesti mengalami gangguan iklim hebat. Gangguan itu merupakan suatu rejim ENSO yang gencar,” ujar Toth.

Peristiwa-peristiwa El Nino yang sangat kuat, menyebabkan lebih tingginya suhu udara laut di seluruh Pasifik khatulistiwa tengah bagian timur, kemungkinan telah menyebabkan kolaps awal terumbu karang Panama lantaran kematian disebabkan bleaching.

Sinyal

Aktivitas ENSO ini dimulai sekira 4.200 tahun lalu dan mencapai puncaknya 3.000 silam. Sering tidak menentunya suhu air akan membuat populasi terumbu karang tidak mungkin pulih, ungkap studi itu.

Masa lalu itu mungkin akan bisa menawarkan suatu sinyal tentang apa-apa yang akan terjadi pada masa mendatang, dengan terumbu karang Pasifik timur kembali berada di ambang kolaps, namun kali ini situasinya jadi lebih parah akibat perubahan iklim ulah manusia.

“Perubahan iklim bisa menghancurkan lagi ekosistem terumbu karang, tapi kali ini penyebab utamanya adalah serangan masia terhadap lingkungan dan kolaps itu dapat berlangsung lebih lama,” papar wakil ketua tim riset Richard Aronson dari FIT.

“Isu-isu lokal seperti polusi dan praktik overfishing merupakan kekuatan destruktif besar dan mereka harus dihentikan, namun masalah-masalah tersebut kini jadi sangat runyam akibat perubahan iklim, yang saat ini merupakan ancaman terburuk terhadap terumbu karang.”

Kendati demikian, para periset berharap dunia akan mengambil berbagai langkah untuk meredam polusi, agar memungkinkan terumbu karang — yang telah membuktikan ketegarannya — untuk pulih sekali lagi. (afp/bh)

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: