Bangunan Ramah Lingkungan Cegah Percepatan Panas Bumi

Sumber:http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=306802

JAKARTA (Suara Karya): Gedung tinggi dan realestat merupakan penyumbang energi terbanyak, yang pada akhirnya berdampak pada percepatan panas bumi. Untuk itu, mulai saat ini perlu disosialisasikan pentingnya bangunan hijau atau bangunan ramah lingkungan di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Deputi 3, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Arief Yuwono pada acara seminar “Sharing Knowledge and Gathering Dinner” yang diselenggarakan di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut dikemukakannya, semua itu tidak terlepas dari peran para arsitek dan pengembang perumahan. Karenanya, dia berharap dengan diselenggarakannya seminar macam ini, dapat diminimalisasi konstribusi bangunan terhadap panas bumi.

Dalam hal ini kebijakan Kementerian Negara Lingkungan Hidup secara umum, mengajak pihak pembangun, pengelola, industri bahan bangunan ataupun pengguna bangunan untuk bergerak serempak. Untuk berperan serta secara aktif dalam mewujudkan lingkungan hijau.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan, kata dia, dengan mengubah atau menggunakan materi alternatif untuk bahan bangunan. Misalnya, penggunaan bambu untuk menjadi satu komponen bangunan.

Pada kesempatan itu, Managing Director PT Propam Raya, Kris Adidarma mengungkapkan, sesungguhnya industri dapat turut memberikan sumbangsih kepada gerakan keberlanjutan. Karenanya, dikatakannya, pihaknya akan turut mendukung gerakan berkelanjutan tersebut.

Melihat konstribusi yang berpotensi besar dalam hal percepatan panas bumi itu, dia berharap industri ke depannya mampu untuk menghasilkan produk-produk yang ramah lingkungan.

“Khususnya untuk produk-produk cat, yang memang sudah seharusnya ramah lingkungan,” ujarnya. Sayangnya, kata dia, sampai saat ini masih banyak perusahaan sejenis usahanya yang mengandung timbal.

Seperti diketahui, bangunan hijau merupakan respons masyarakat dunia akan terjadinya perubahan iklim. Dari catatan yang ada, dari bangunan yang ada di muka bumi saat ini menghasilkan emisi karbon dioksida sebanyak 30 persen, serta sebagai salah satu penyebab terjadinya pemanasan global. (Dwi Putro AA)

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: