Pemuda RI Unjuk Eksistensi di Event Global

Sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=305595

JAKARTA (Suara Karya): Tak hanya memainkan peran di level regional ASEAN dan Asia, pemuda RI juga makin eksis di dunia internasional.

Vice President Organisasi Pemuda Dunia (WaY) yang juga President of International Youth Movement for Climate Change Ahmad Doli Kurnia, bertolak menuju Rio De Jeneiro, Brazil, Minggu (17/6) dini hari.

Demikian keterangan yang disampaikan Doli dalam surat elektronik yang diterima Suara Karya di Jakarta, tadi malam.

Doli yang sejak menjabat Ketua Umum DPP KNPI 2008-2011 sangat aktif dan concern terhadap isu-isu lingkungan hidup akan membawa tiga misi penting di ajang global itu.

“Saya hadir atas nama WaY dan IYMCC membawa tiga misi penting bagi dunia dan khususnya pemuda,” ujar Doli, sapaan akrabnya.

Tiga misi itu adalah, pertama, Doli akan memperkuat kelembagaan WaY dan IYMCC di forum international, juga di mata para pemimpin dunia yang hadir.

United Nation Sustainable Development Conference adalah forum yang sangat strategis bagi nasib masa depan dunia. Oleh karena itu, keterlibatan peran pemuda menjadi sangat penting.

“Perkembangan 20 tahun dari Rio (1992) ke Rio (2012), telah menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh negara-negara di dunia untuk menyelamatkan bumi,” kata Doli.

WaY yang beranggotakan 120 negara telah membentuk sebuah badan baru yang khusus menangani isu perubahan iklim. IYMCC menunjukkan bahwa pemuda siap untuk aktif, terlibat serta berkoordinasi dengan forum-forum dan lembaga internasional lainnya dalam gerakan melestarikan lingkungan hidup dan pengendalian.

Misi ketiga adalah, IYMCC akan mengajak seluruh pemuda dunia untuk fokus pada tiga gerakan dalam waktu dekat. Tiga gerakan itu, yaitu pertama, gerakan mengatasi sampah melalui Gerakan Bank Sampah Pemuda.

“Konsep Bank Sampah ini lahir dr seseorang dosen di Yogyakarta. Gagasan ini sangat brilian dan pernah diterapkan di wilayah DKI Jakarta periode 2012-2013 yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kemendikbud,” ujarnya.

Gerakan kedua adalah, pengoptimalan lahan gambut menjadi sumber daya energi baru. Dengan luasnya lahan gambut, sebesar 8 juta hektare di Indonesia, maka IYMCC bekerja sama dengan Pemerintah Brazil akan mengembangkan teknologi pemanfaatan tanaman yang bisa tumbuh di lahan gambut, seperti sagu dan tebu, dikonversi menjadi bio-ethanol.

“Pengembangan pemanfaatan sumber energi baru bio-ethanol ini diharapkan akan menjawab persoalan energi terbarukan di Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa menjadi model juga di negara belahan dunia lainnya,” kata Doli menegaskan.

Ketiga adalah, gerakan menanam satu miliar terumbu karang. Gerakan ini penting dilakukan dalam rangka menjaga biota dan keseimbangan ekosistem laut.

Selain itu, juga dapat menjaga kualitas udara bersih dunia, karena terumbu karang adalah produsen O2 yang cukup baik. Gerakan ini adalah gagasan dari Kanli. Selain mengikuti Konferensi Pembangunan Berkelanjutan, kesempatan di Brazil juga dimanfaatkan Doli untuk membentuk dan melantik IYMCC Chapter Brazil.

Brazil juga mendapat tempat sebagai salah seorang Vice President of IYMCC utk mengkoordinasikan wilayah Amerika, bersama Austria (Eropa), Kenya (Afrika), Korea (Asia), Fiji (Austronesia). (Yudhiarma)

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: