Mammoth Punah Disebabkan Perubahan Iklim, Habitat dan Penyebaran Umat Manusia

Sumber: http://www.analisadaily.com/news/read/2012/06/16/56877/mammoth_punah_disebabkan_perubahan_iklim_habitat_dan_penyebaran_umat_manusia/#.T9w23Bce5_4

SEBUAH studi menemukan, naiknya suhu udara, perubahan vegetasi dan penyebaran umat manusia menjadi penyebab kepunahan gajah mammoth. Penelitian itu menyebutkan tak ada satu faktor tunggal menjadi biangkeladi kepunahan tersebut.

Kepunahan binatang mamalia bergading itu terjadi secara gradual, bukan secara dadakan, tegas para periset yang menyoal berbagai penegasan terdahulu bahwa raksasa berbulu tersebut punah secara cepat– baik disebabkan penyakit, ulah manusia atau peristiwa alam yang buruk.

“Bukan satu faktor yang merenggut mereka sekaligus di mana-mana,” papar ketua tim riset Glen MacDonald dari bagian biologi evolusi University of California kepada AFP.

“Terkait para mammoth itu, binatang-binatang tersebut terus menerus menghadapi berbagai tantangan terkait iklim yang berubah-ubah, bermacam perubahan besar pada habitat dan kemudian penyebaran umat manusia dan ekspansi manusia ke area-area baru.”

Penyebab punahnya binatang berbulu itu selama ini menimbulkan berbagai debat tajam di antara para pakar.

Sebagian berpendapat raksasa-raksasa yang dulu berkeliaran ke seluruh wilayah Eurasia dan Amerika utara diburu manusia hingga habis, sementara ahli-ahli lainnya menyalahkan pemanasan global atas kepunahan sebuah species yang beradaptasi dengan iklim lebih dingin itu.

Kawanan mammoth diyakini bertahan hidup hingga sekira 4.000 tahun silam di daerah yang saata ini dikenal sebagai pulau Rusia Wrangel Island, utara Siberia di Samudera Arctic.

Dalam sebuah makalah yang dipublikasikan Selasa oleh Nature Communications, sebuah tim riset di AS dan Rusia mengatakan analisis mereka sendiri tentang bukti radiokarbon lama telah menyingkap suatu pola kepunahan perlahan yang disebabkan sejumlah faktor.

“Ini merupakan suatu kepunahan yang memakan waktu panjang. Masa itu terentang ribuan tahun,” ujar MacDonald.

Tim tadi menekankan bahwa jumlah mammoth sempat sangat banyak sekira 45.000 sampai 30.000 tahun lampau di Beringia benua, sebuah jembatan tanah yang menghubungkan Alaska saat ini dan Siberia timur sebelum penghubung tersebut tenggelam dibuat laut ribuan tahun silam.

Pada zaman Es terakhir, sekira 25.000 hingga 20.000 tahun lalu, populasi utara mengalami penurunan sedangkan mammoth di selatan sebaliknya meningkat, papar periset.

“Namun, keadaan tadi menyebabkan lebih kecilnya populasi yang baru mulai berkembang — dan mereka kemudian dihadapkan pada berbagai perubahan besar pada habitat yang menyebabkan kawasan di selatan tidak bisa dihuni lagi oleh mammoth dan mulai mengancam kemampuan mereka menggunakan daerah utara,” lanjut pakar tadi.

Menurutnya, problemanya adalah meluasnya area-area rawa yang memberikan nutrisi buruk kepada mammoth.

(afp/bh)

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: