Cegah emisi kurangi penggunaan kendaraan pribadi

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/312140/cegah-emisi-kurangi-penggunaan-kendaraan-pribadi

Bogor (ANTARA News) – Upaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi menjadi salah satu upaya mendukung pengurangan emisi mencegah perubahan iklim di Kota Bogor, Jawa Barat.

“Salah satu sumber emisi berasal dari kendaraan. Jika semua masyarakat yang memiliki mobil pribadi menggunakan kendaraannya, berapa jumlah karbon yang diproduksi dalam satu hari bisa kita bayangkan,” kata Kepala Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Kementerian Kehutanan, Bambang Supriyanto.

Bambang mengatakan hal itu dalam seminar mitigasi dan adaptasi perubahan iklim menyambut Hari Jadi Bogor (HJB) ke-530 di Hotel Royal, Kota Bogor, Rabu.

Menurut dia, ada berbagai cara yang dapat dilakukan masyarakat Kota Bogor untuk mendukung pencegahan perubahan iklim dengan mengurangi emisi.

Selain mengurangi jumlah penggunaan kendaraan pribadi, pengurangan emisi dapat dilakukan dengan melakukan penanaman kembali, tidak membuang sampah sembarangan tempat, dan menghemat penggunaan listrik.

“Yang paling penting adalah patuh dengan tata ruang. Jangan merambah hutan jadi bangunan,” katanya.

Bambang menjelaskan, sumber emisi berasal dari enam sektor, sektor terbesar penyumbang emisi sebesar 48 persen berasal dari perubahan fungsi hutan menjadi non hutan.

Menyusul karbon dari transportasi sebesar 21 persen, kebakaran sebesar 12 persen, limbah industri sebesar 11 persen, pertanian 5 persen dan industri 3 persen.

Perubahan hutan menjadi non hutan merupakan penyumbang emisi terbesar yang perlu mendapat perhatian serius semua pihak.

Peran hutan dalam mitigasi dan perubahan iklim menjadi sangat penting diperhatikan untuk kelangsungan hidup manusia.

“Efek dari perubahan iklim saat ini sudah terlihat nyata kenaikan suhu bumi menjadi 0,8 derjat celcius pada periode 2000-2010. Kita bisa lihat sejumlah es di kutup utara mulai mencair, dan banyak lagi perubahan alam lainnya,” kata dia.

Bambang mengatakan, perubahan iklim ini menyebabkan naiknya air permukaan laut, pemutihan coral yang menyebabkan 2 hingga 4 persen kekayaan hayati laut menjadi musnah. Kualitas udara juga menjadi meningkat dari 2790 ppm menjadi 370 ppm.

Melalui momentun HJB ke-530, lanjut Bambang, Badan Litbang Kehutanan Bogor bersama Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutang Lindung, Dirjen PHKA menggela seminar mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“Seminar ini dalam rangka memberikan wawasan masyarakat Kota Bogor terkait perubahan iklim. Dengan momentum HJB kita ingin mengajak masyarakat Bogor berbuat dalam isu perubahan iklim ini,” kata Bambang.

Selain menggelar seminar, lanjut Bambang, Badan Litbang Kehutanan Bogor juga akan menggelar serangkaian kegiatan memeriahkan HJB seperti lomba menggabar dan menanam untuk anak SD seluruh Kota Bogor.

“Kegiatan ini akan melibatkan seluruh siswa SD di Kota Bogor yang akan diselenggarakan di Kebun Raya Bogor,” katanya.
(KR-LR/Z002)

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: