Disiapkan Rp 1,3 Triliun untuk Menormalisasi S. Citarum

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/188188

KARAWANG, (PRLM).- Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto menyatakan, pihaknya telah menyiapkan anggaran Rp 1,3 triliun untuk menormalisasi aliran Sungai Citarum. Sebagain dana tersebut bahkan telah digunakan untuk mengeruk endapan lumpur di sejumlah titik Citarum.

Djoko mengatakan hal itu di sela-sela acara Puncak Peringatan Hari Air Dunia ke-20 yang dipusatkan di sekitar Danau Cipule, Kecamatan Ciampel, Karawang, Sabtu (12/5/12). Hadi dalam acara tersebut Direktur Jendral Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian RI, Sumarjo Gatot Irianto, Bupati Karawang Ade Swara, sejumlah aktivis lingkungan hidup, serta para pejabat dari pusat maupun daerah.

Menurut Djoko, saat ini sejumlah sungai di Indonesia, khususnya di Jawa Barat mengalami sedimentasi cukup parah. Akibatnya, aliran air dari hulu ke hilir kerap terhambat.

Hal itu kerap menimbulkan masalah seperti banjir pada musim hujan dan kekeringan ketika musim kemarau. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan sumber daya air yang baik, yakni dengan melakukan pengerukan sungai dan membuat tempat penampungan air, seperti waduk, situ atau embung.

Dikatakan juga, saat ini dunia sedang menghadapi krisis air, energi dan makanan. Krisis energi dan air dipengaruhi oleh ketidakpastian iklim dan perubahan iklim global.

Kondisi tersebut, lanjut Djoko diperparah oleh semakin meningkatnya kebutuhan air. Sementara pengelolaan sumber daya air belum dilakukan secara efektif dan efisien.

“Dari data yang ada laju penggunaan air lebih besar dari pertumbuhan penduduk. Rata-rata warga Indonesia tidak bias berhemat dalam menggunakan air,” kata Djoko lebih lanjut.

Padahal, sambung dia, air merupakan kebutuhan mendasar bagi makhluk hidup. Bahkan, lebih dari 65% unsur tubuh manusia terdiri dari air sebagai penunjang kelangsungan fungsi tubuh.

”Atas dasar itu, marilah kita kelola seumbar daya air dengan baik agar kelestarian air bias diwariskan kepada anak dan cucu-cucu kita,” kata Djoko.

Ditempat yang sama, Dirjen PSP kementerian Pertanian, Sumarjo Gatot Irianto mengatakan, saat ini saluran irigasi yang rusak secara nasional mencapai 52 persen. Kendati dilakukan perbaikan, namun jumlah kerusakan irigasi itu tak kunjung menyusut.

Atas dasar itu, Sumarjo mengajak para petani untuk bisa menggunakan air irigasi seefesian mungkin. Pasalnya, sekarang ini masih banyak petani yang belum bias memanfaatkan air secara optimal.

Contoh kasus tersebut, lanjut Sumarjo, terjadi di Kabupaten Bekasi.”Saya melihat air sudah dikocorkan selama satu bulan, namun para petani di daerah itu belum juga melakukan cocok tanam. Saya harap hal itu tidak terulang di masa mendatang,” kata dia.

Dikatakan juga, para petani hendaknya mampu mengkonversi air yang jumlahnya terbatas menjadi bulir gabah dan beras. Dengan demikian, ketahanan pangan di Indonesia bakal terpelihara. (A-106/A-88)***

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: