MRV Berperan Jadi Mitigasi Perubahan Iklim

MRV Berperan Jadi Mitigasi Perubahan Iklim
ANTARA/FB Anggoro/ip

JAKARTA–MICOM: Penerapan monitoring, reporting, dan verification (MRV) di lahan konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) menurut seorang pakar kehutanan bisa menjadi tolok ukur penerapan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Pakar sumber daya lahan Universitas Lampung Prof Muhajir Utomo di Jakarta, Kamis (19/4), mengatakan MRV bisa menjadi “management tools” untuk mengevaluasi apakah pemegang izin HTI telah melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Muhajir pada talkshow di rangkaian acara 2nd Indonesia Climate Change Education Forum and Expo mengakui penerapan MRV di lahan mineral relatif mudah dilakukan, namun sulit diterapkan di lahan gambut. Meski demikian,  menurut dia, kendala itu tak boleh menjadi hambatan bagi pengelola HTI di lahan gambut untuk menerapkan MRV.

Karena itu, katanya, tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebihan soal kerusakan ekosistem di lahan gambut selama pengelolaan menggunakan metode yang tepat, seperti teknik ekohidro.

Muhajir yang juga anggota Tim Penilai Independen dan anggota Tim MRV pada pelaksanaan MRV PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Semenanjung Kampar, Riau, mengatakan teknologi ekohidro pada Meranti Estate (HTI RAPP di Kampar) telah dilakukan selama 1,5 tahun terakhir.

“Kami sudah melihat hasilnya dan menilai penerapan teknologi ekohidro pertama di Indonesia ini mampu berkontribusi pada kelestarian ekosistem gambut di Semenanjung Kampar serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitarnya.”

Karena itu, kata Muhajir, teknologi ekohidro ini diharapkan juga dapat diterapkan oleh pemegang izin usaha lainnya. “Kalau RAPP berkomitmen terapkan ekohidro kenapa yang lain tidak karena teknologi ini terbukti bisa menjadi ‘best practices’ dalam

pengelolaan gambut,” katanya.

Dia menjelaskan, tim MRV Kemenhut memiliki patokan terhadap keberhasilan penerapan MRV, di antaranya emisi berkurang minimal 25-30 persen, subsidensi atau penurunan permukaan gambut maksimal 7 cm per tahun.”

“Penerapan ekohidro bisa menjadi tindakan pencegahan untuk menghindari kerusakan lahan gambut. Karena itu, pemegang konsesi di lahan gambut harusnya terapkan teknologi ini.”

Meski demikian, Muhajir juga tak menampik besarnya biaya yang harus ditanggung jika ingin menerapkan teknologi ekohidro di lahan gambut. “Namun perusahaan yang ingin usaha lestari dan berkelanjutan harus  melihat biaya yang dikeluarkan untuk menjaga kelestarian alam ini sebagai bagian ari investasi.”

Pada kesempatan yang sama, Presdir RAPP Kusnan Rahmin menilai jika perusahaan ingin berkontribusi lebih bagi lingkungan dan masyarakat secara lestari, investasi pada teknologi seperti ekohidro ini wajib dilakukan.

Menurut dia, bagaimanapun juga perusahaan yang beroperasi di lahan gambut juga ingin membantu ekonomi rakyat sekitarnya. “Kami akan merugi jika tidak komitmen terapkan ekohidro dan berkontribusi untuk  meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kusnan. (Ant/OL-2)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2012/04/20/314203/89/14/MRV-Berperan-Jadi-Mitigasi-Perubahan-Iklim

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: