11 Negara Bahas Perubahan Iklim di Makassar

MAKASSAR, UPEKS–Tidak kurang 11 negara mengirimkan delegasinya ke Makassar untuk mengikuti Konferensi Internasional yang bertema “ urban Sustainability : Adapting To Change “ di Hotel Imperial Arya Duta, Makassar, selasa ( 17/4 ).

Kedelapan perwakilan pemerintah negara yang ada di kawasan Asia diantaranya, Australia, Myanmar, thailand, Laos, Philipina, India, Vietnam, malaysia, Jepang, China serta Indonesia sebagai tuan rumah.
Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin saat membuka acara ini mengatakan bahwa permasalahan kota sehubungan dengan perubahan iklim dan pemanasan global memang perlu di hadapi secara bersama, karena itu bukan lagi masalah sektoral saja, tapi hampir seluruh wilayah di bumi ini mengalami ancaman perubahan iklim. “ Kita hadir berkumpul di sini karena alasan yang sama, menyelamatkan bumi kita, memberikan harapan hidup yang lebih menjanjikan kepada generasi kita mendatang,mari kita berbagi pengalaman, mudah- mudahan ada solusi yang lebih baik disini “ tegas Ilham.
Ilham juga membagi pengalamannya sebagai walikota dalam menerapkan sejumlah kebijakan terkait penyikapan terhadap perubahan iklim yang juga terjadi di Kota Makassar. “ Dalam upaya memperbaiki kondisi tidak higienis dari wilayah pantai losari, menjaga kualitas air tanah dan lingkungan dari pencemaran limbah domestik, kami berencana membangun sistem pengolahan air limbah ( IPAL ) yang terpusat di Kelurahan Maccini Sombala Kecamatan Tamalate. Selain itu kami juga merencanakan membangun sismtem pengolahan air limbah intermediate di daerah kumuh dan berkepadatan tinggi sepanjang kanal Bongaya “ ulas Ilham.
Sementara itu, Pejabat Departemen Keberlanjutan, Lingkungan, Air, Polupasi dan Masyarakat Pemerintah Australia, Ms. Sarah Bloustein mengaku bahwa negaranya pun saat ini tengah disibukkan dengan sejumlah peristiwa alam akibat perubahan iklim. “ Kami ke sini untuk berbagi solusi, mudah – mudahan apa yang dilakukan pemerintahan di Kota Makassar bisa menjadi pembanding untuk kami terapkan di Australia “ ujar Zarah.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dan akan melakukanpenelitian bersama disejumlah tempat diantaranya IPAL Sombaopu, serta bantimurung. Pertemuan tingkat dunia ini difasilitasi oleh EAS representatives, CSIRO scientists, SEWPaC, ausAID serta Unhas. ()

Sumber: http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=84538

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: