Hutan Mangrove Kalsel Terus Dibabat

Defri Werdiono | Marcus Suprihadi | Senin, 16 Januari 2012 | 19:50 WIB

BANJARMASIN, KOMPAS.com- Banyak tanaman mangrove di pesisir Kalimantan Selatan yang terdegradasi. Penyebab utamanya adalah aktivitas manusia, mulai dari pembangunan pelabuhan khusus batubara, alih fungsi menjadi tambak, maupun dipergunakan untuk bahan bangunan rumah dan kayu bakar.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kalsel Rakhmadi Kurdi di Banjarmasin, Senin (16/1/2012), mengatakan, mangrove yang rusak antara lain berada di Kabupaten Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kota Baru.

“Panjang pesisir Kalsel mencapai 450 kilometer. Dari wilayah sepanjang itu terdapat banyak titik mangrove yang terdegradasi,” ujar Rakhmadi.

Sayangnya, ia tidak bisa menyebutkan berapa luas kawasan yang terdegradasi karena masalah itu ditangani oleh dinas teknis masing-masing.

Ia mencontohkan di Pulau Sebuku, salah satu gugusan pulau di daerah Kota Baru, yang ukurannya relatif kecil, pun tak luput dari penjamahan. Di bagian luar mangrovenya masih terlihat bagus. “Namun jika dilihat ke dalam banyak yang rusak,” ucapnya.

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: