Sumut Penyumbang Terbesar Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia

Medan, (Analisa). Dibanding provinsi lainnya di Indonesia, Sumatera Utara merupakan provinsi penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca. Kondisi ini, diperparah dengan banyaknya industri yang beroperasi dan tidak ramah lingkungan, ditambah hutan sudah banyak rusak serta pencemaran.

“Jika semua elemen tidak dari sekarang melakukan upaya-upaya untuk menekan gas rumah kaca, sudah tentu, bakal menambah dampak buruk terhadap lingkungan,” tegas Staf Ahli Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumut Prof Dr Zahari Zein, kemarin menanggapi perubahan iklim yang saat ini semakin ekstrim.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) telah membuktikan dari tiga atau empat gas rumah kaca, Provinsi Sumut lebih tinggi dari provinsi lain. “Masih berdasarkan penelitian Dewan Perubahan iklim telah membuktikan pula bahwa temperatur rata-rata kita dalam 100 tahun yang diamati sejak zaman Belanda memang naik 0,03,” tutur Zahari.

Jika saja kita potong rata-ratanya yang 10 tahun terakhir, temperatur rata-rata jauh di atas kenaikan 100 tahun terakhir. “Artinya cuaca kita sudah semakin lama kian gawat, karena rata-rata temperatur jangka pendeknya saja sudah semakin naik gas emisinya dari 100 tahun itu,” cetus Zahari.

Terkait kondisi tersebut, lanjut Zahari, jika mencari siapa yang salah, sampai saat ini kebijakan di Indonesia belum penuh berpihak kepada lingkungan. Misalnya Master Plant Pembangunan Ekonomi dan Industri (MP3EI) yang tujuannya untuk memajukan ekonomi. Ini bagus, namun kenapa tidak diinternalisasikan juga gejala iklimnya. “Misalnya jika satuan detektor energi MP3EI itu dibuka, kita akan menambah 503 watt, dan tenaga tersebut berasal dari fosil. Dan ini bakal menambah jumlah emisi gas rumah kaca.

“Dengan kondisi ini jangan heran jika bencana datang terus, soalnya kebijakan kita memang tidak berpihak kepada lingkungan,” tegas Zahari seraya menambahkan untuk membuat kebijakan mengenai lingkungan tidak bisa bersifat parsial. “Harus mulai dari eksekutif, legeslatif, pemerintah serta didorong oleh masyarakat agar secara bersama bisa mengantisipasi perubahan iklim agar tidak semakin parah,” tandasnya.(mc)

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: