Warga Mesuji Bantah Tudingan Merambah Hutan

Jum’at, 16 Desember 2011 | 21:08 WIB

 

TEMPO.CO, Jakarta– Pengacara warga Mesuji, Bob Hasan membantah warga di wilayah itu melakukan perambahan lahan. Dia menuding, perusahaan perkebunan yang merambah hutan. “Perluasan lahan seharusnya berkoordinasi dengan masyarakat sekitar,” kata Bob Hasan di kantor Kontras, Jakarta, Jumat 16 Desember 2011.

Sebelum adanya perluasan lahan, Bob Hasan menyatakan, tidak pernah ada konflik antara warga dengan perusahaan. Namun, sejak keluarnya surat keputusan menteri kehutanan pada 2004 tentang perluasan lahan perusahaan, konflik mulai timbul. “Biang masalah ini adanya di Menteri Kehutanan,” kata Bob Hasan.

Perluasan perusahaan itu kemudian masuk ke wilayah warga tanpa pernah ada sosialisasi. Bob Hasan menyatakan, saat keluar izin perluasan, perwakilan dari Kementerian Kehutanan tidak pernah berbicara dengan warga setempat. Apalagi areal perluasan perusahaan masuk ke wilayah yang sudah dihuni oleh warga setempat. “Padahal ada pilar masyarakat yang harus diperhatikan.”

Dia juga membantah klaim tawaran Kementerian kehutanan lahan seluas 2.500 hektare kepada warga untuk menjadi Hutan Tanaman Rakyat. Peralihan ini masih menjadikan kawasan itu sebagai kawasan hutan sehingga tidak bisa menjadi hak milik. “Tidak pernah ada tawaran seperti itu,” katanya. Bob menuding, Menteri Kehutanan lebih berpihak kepada perusahaan karena dia memiliki sejumlah saham di perusahaan yang bersengketa. “Besarnya saya tidak tahu,” kata dia.

I WAYAN AGUS PURNOM

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: