400 Petani Ikuti Studi Perubahan Iklim

http://regional.kompas.com/read/2011/12/12/02364546/400.Petani.Ikuti.Studi.Perubahan.Iklim

BANTAENG, KOMPAS.com – Sebanyak 400 orang petani dari berbagai kelompok dari 15 desa dan lima kecamatan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mengikuti studi lapangan perubahan iklim.

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Peternakan bidang Pengendalian Lahan dan Air (PLA) Satker Dinas Pertanian dan Peternakan tersebut menampilkan Maskur Safiuddin dari PLA Satker sebagai pembicara tunggal di Bantaeng, Minggu (11/12/2011).

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah ketika membuka kegiatan yang akan diwarnai studi banding ke Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Kabupaten Maros itu berharap, para peserta sungguh-sungguh mengikuti pembelajaran ini agar dapat bercocok tanam dengan baik.

Bantaeng yang memiliki 5.000-an lahan tadah hujan diharapkana teratasi melalui pipanisasi berkapasitas 6.000 liter/detik memanfaatkan air Sungai Batu Massong.

“Bila pipanisasi selesai, lahan masyarakat di Kecamatan Gantarangkeke dan Pajukukang akan menikmati fasilitas tersebut,” ujarnya.

Bupati berharap, 2012 Bantaeng sudah mantap menjadi Kabupaten Benih Berbasis Teknologi. Benih yang dikembangkan tersebut, tidak hanya benih padi tetapi juga jagung, kakao, kentang, ikan dan lainnya.

Ini harus dilakukan karena wilayah Kabupaten Bantaeng yang sangat terbatas sehingga kita harus memproduksi komoditi bernilai ekonomi tinggi, termasuk penyediaan benih unggul.

Bupati kemudian memberi contoh benih jagung yang sudah menjangkau NTT dan Jawa Timur, tambahnya seraya mengatakan, untuk memenuhi konsumsi masyarakat, Pemda menjalin sinergi dengan daerah lainnya.

Untuk menunjang sistem pertanaman tersebut, Pemda bekerjasama BPPT membangun industri pupuk di Kawasan Industri Bantaeng. Industri tersebut berkapasitas 10 ribu ton/tahun.

Pupuk yang diproduksi, tambah Bupati merupakan pupuk berimbang (lepas lambat) sehingga petani lebih irit dalam penggunaan pupuk sebab dengan pupuk ini, petani hanya sekali melakukan pemupukan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bantaeng H Syamsu Alam mengatakan, studi lapang bertujuan mengantisipasi perubahan iklim yang terjadi dan sewaktu-waktu berdampak terhadap produksi pangan.

Ia berharap, dari pelatihan ini petani mampu mengatur pola tanam yang tepat sesuai kondisinya dan memanfaatkan air seminimal mungkin serta mampu mengantipasi cuaca ekstrim seperti curah hujan tinggi dan kering berkepanjangan, urainya.

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: