Luas hutan alam primer bertambah 1,2 juta hektare

LUAS HUTAN
Luas hutan alam primer bertambah 1,2 juta hektare

 

JAKARTA. Kementerian Kehutanan merevisi peta indikatif penundaan izin baru (PIPB) kehutanan untuk kedua kalinya. Hasilnya, ada penambahan luas kawasan hutan alam primer sebesar 1,2 juta hektare (ha) ketimbang data periode sebelumnya.

Pada bulan Mei 2011 silam, Kementerian Kehutanan telah membuat PPIB. Tapi kemudian peta tersebut direvisi dan selesai bulan November lalu. PPIB ini digunakan sebagai acuan pemberian izin kehutanan.

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan bilang, data terbaru tersebut diperoleh dengan menggunakan citra satelit beresolusi tinggi dan pengecekan di lapangan. “Penambahan lahan tersebut terjadi atas inisiatif Kementerian Kehutanan yang menaikkan status hutan produksi yang rusak dan terlantar menjadi hutan alam primer,” katanya, Kamis (18/12).

Zulkifli menjelaskan dengan penambahan ini, maka luas hutan alam primer menjadi 8,4 juta hektare. Jumlah ini lebih luas ketimbang peta indikatif bulan Mei 2011 yakni luas hutan alam primer cuma 7,2 juta hektare.

Selain hutan alam primer, kata Zulkifli, luas hutan konservasi juga bertambah 100.000 hektare. Alhasil kawasan hutan konversi alam ini kini meningkat dari sebelumnya 21,5 juta hektare menjadi 21,6 juta hektare.

Menurut Zulkifli, keputusan merevisi peta indikatif tersebut diambil setelah melakukan pembahasan teknis dengan beberapa instansi terkait. Di antaranya Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, Badan Pertanahan Nasional, Kementerian Pertanian, serta Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan pada November 2011.

Lahan gambut menciut

Zulkifli menambahkan dalam peta indikatif terbaru luas kawasan hutan lindung dan lahan gambut justru berkurang. Kawasan hutan lindung mengalami penurunan seluas 118.912 hektare. Dalam peta indikatif sebelumnya luas hutan lindung ini mencapai 29,7 juta hektare, kini tinggal 29,6 juta hektare saja.

Adapun untuk lahan gambut, terjadi penurunan tajam hingga 45% ketimbang peta bulan Mei 2011. Dalam peta indikatif lama luas lahan gambut masih 10,68 juta hektare. Sedangkan hasil peta indikatif terbaru luasan lahan gambut tinggal 5,92 juta hektare saja

Direktur Jenderal Planologi Kementerian Kehutanan, Bambang Supijanto menjelaskan faktor yang menjadi penyebab berkurangnya luas kawasan hutan lindung dan lahan gambut adalah perubahan rencana tata ruang wilayah (RTRW) pada sejumlah daerah. “Berkurangnya lahan gambut dan hutan lindung karena tekanan jumlah penduduk yang terus meningkat. Ada juga lahan gambut yang terlanjur berubah menjadi perkebunan sawit,” kata Bambang. n

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: