IPB: Indonesia Dikenal Negara Megabiodiversitas

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/12/09/ipb-indonesia-dikenal-negara-megabiodiversitas

Jumat, 9 Desember 2011 – 14:26 WIB

BOGOR (Pos Kota) – Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas karena tingginya potensi keanekaragaman genetik, spesies dan ekosistemnya.

Namun sebelum Protocol Nagoya belum jelas aturan terkait perlindungan sumberdaya genetik dan menjamin pembagian keuntungan apabila ada pihak-pihak dari luar negeri yang akan memanfaatkan sumberdaya hayati Indonesia.

Demikian dikatakan Vidia Sari Nalang dari Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim ketika dijumpai wartawan di sela-sela acara workshop Convention on Biological Diversity (CBD) dan Post Nagoya Protokol serta
Isu terkini dan implementasinya yang digelar oleh Direktorat Riset dan Kajian Strategis IPB di Kampus IPB Baranangsiang.

Lebih lanjut dikatakannya, hal ini dapat menyebabkan terjadinya pencurian sumberdaya hayati Indonesia oleh negara lain terutama apabila dilihat dari data konvensi Negara-negara CBD menyebutkan rata-rata negara negara berkembang dan negara maju menggunakan obat tradisional untuk menjaga kesehatan dan pengobatan utama penyakit juga sebagai obat alternatif.

Selain itu dikatakannya, masih di data yang sama perdagangan tanaman obat bisa mencapai 60 milyar/tahun.
Untuk itu Vidia mengatakan setelah pertemuan negara-negara anggota CBD termasuk Indonesia pada Oktober tahun lalu disepakati adanya Protocol Nagoya.

Protocol ini berisi tentang kesepakatan aturan internasional tentang akses keuntungan dari sumberdaya genetik yang dimanfaatkan.

Indonesia sebagai negara kaya sumberdaya genetik jelas punya kepentingan terhadap protocol Nagoya karena dapat dijadikan sebagai instrument untuk perlindungan sumberdaya alam kita.

“Di dalam protocol ini disepakati bahwa pihak asing apabila akan mengambil sumberdaya genetik kita, harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang ada di dalam Protocol Nagoya. Data Direktorat Ristek Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat terdapat 600 surat izin peneliti asing yang telah dikeluarkan sepanjang 2010 hingga 2011 dari berbagai bidang penelitian termasuk keanekaragaman hayati ,” kata Teguh Triono dari Global Taxonomi Initiative-LIPI.

Lebih lanjut Teguh berharap agar IPB bisa menjadi pelopor dalam bidang ini, karena menurut Direktorat Ristek Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), IPB menduduki ranking pertama sebagai counterpart resmi kerjasama penelitian internasional untuk kategori Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Hal ini dapat menjadi rekomendasi awal mengimplementasikan aturan dari Protocol Nagoya.

(yopi/sir)

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: