DPR Minta Australia Terima CPO Indonesia

DPR Minta Australia Terima CPO Indonesia
Rabu, 20 April 2011 | 10:59

[JAKARTA] Komisi VI DPR RI meminta pemerintah Australia agar tidak terlalu percaya dengan kampanye hitam atas kelapa sawit Indonesia yang menyatakan tanaman kelapa sawit Indonesia ditanam di areal terlarang yakni melakukan penebangan hutan secara illegal.

“Kita telah meminta tadi agar stop percaya dengan kampanye hitam yang dilakukan NGO,” kata Ketua Komisi VI DPR, Airlangga Hartarto.

Airlangga mengatakan seperti itu setelah rapat tertutup dengan Menteri Perdagangan Australia, Craig Emerson, dan jajarannya di ruangan pimpinan DPR di Jakarta, Rabu (20/4).

Craig dan jajarannnya mendatangi Komisi VI DPR untuk  membicarakan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Australia. Craig dan setelah pertemuan itu enggan berbicara kepada wartawan dan meninggalkan kompleks DPR menuju acara lain di Jakarta.

Airlangga mengatakan, setelah adanya kampanye hitam soal kelapa sawit dan hutan Indonesia, Australia sangat selektif menerima barang-barang Indonesia terutama kelapa sawit dan hasil hutan Indonesia. “Ketika barang-barang kita datang ke Australia mereka selalu bertanya ini hasil hutan legal atau illegal. Nah, hal seperti ini merugikan hubungan kedua negara,” kata Airlangga.

Yang paling merugikan lagi, kata Airlangga, di Australia dikampanyekan bahwa Crude Palm Oil (CPO) Indonesia sangat merugikan kesehatan manusia yakni mengandung kolesterol jahat yang tinggi. “Kita sudah minta agar kampanye seperti ini segera dihentikan,” kata dia.

Hal lain dimintakan Komisi VI DPR RI dalam pertemuan itu, kata dia, adalah Australia harus terus mengimpor sapi hidup ke Indonesia tanpa menunggu sapinya berat badannya sampai 350 kg. “Saat ini kita mengimpor sapi sebanyak 700.000 per tahun dan hampir semua berasal dari Darwin Australia,” kata dia.

Hal penting lain yang disampaikan Komisi VI DPR pada saat itu adalah Australia secepatnya mencabut travel warning. Pasalnya, dengan travel warning justru berdampak buruk bagi negara.

Bagi Australia, pelajar-pelajarnya tidak banyak lagi datang ke Indonesia. Selain itu, orang belajar bahasa Indonesia di Australia mengalami penurunan drastis. “Semua permintaan kami mereka tangapi secara positif dan berjanji akan membahasnya di Australia nanti,” kata dia. [E-8]

S: http://www.suarapembaruan.com/home/dpr-minta-australia-terima-cpo-indonesia/5872

Advertisements



    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

    Google photo

    You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: